Rabu, 26 November 2025

Recount Text

My experience serving in a church choir!!

Hello everyone, allow me to introduce myself! My name is Kristiaa. I'd like to take this opportunity to share my experience serving in a church choir. I would tell you from rehearsals to performing in front of a large audience at church.

Last month, in September, was one of the most memorable experiences for me because I had the opportunity to serve God in the church choir with my Sunday School friends. We've been preparing for this service for several weeks. Every Saturday morning before noon, and every Sunday afternoon after worship, we gather in the church's multi-purpose room to practice with our senior guide, Samuel.

Brother Samuel guided us patiently, taught us how to breathe properly, how to sing according to tempo, and how to break our voices to be better when we perform later. We are bring two songs, one of song is quite unique, because I also just heard it when I first practiced. The title of the first song is "Siyahamba", this song using in 3 languages, the languanges is African, Indonesian, and also in English. And second song is "Lord Jesus is Good."

In September 21, 2025, we arrived early to prepare the choir for the perform. We all so nervous, but also very excited to sing in this service. Before the service began, we stood together in the multi-purpose room and prayed that our voices would be a blessing to the congregation. We waited in the multi-purpose room for our turn to sing. When we are start to singing, we stepped forward confidently to the congregation. The atmosphere in the church felt calm as we began singing. I could hear our voices blending beautifully, and some members of the congregation smiled and sang along quietly.

After we finished singing, the congregation enthusiastic applause. I was so happy to see them smile and I hope our singing will be blessing. It felt like all the practice and hard work had truly paid off. What make me more happiest, me and my Sunday School friends can serve God. 

So this is my presented about my serving in church choir, Thankyouuu see you in next articlee yaaaa

Rabu, 19 November 2025

Saint Mary's Wayy

Kegiatan Saint Mary’s Way ke Panti Werdha Nazareth

Holaaa temann-teman semuanyaaaa, kembali lagi disini bersama aku kristiaaa. Hari ini aku akan membagikan pengalaman akuuu selama aku melakukan kegiatan kokurikuler di Panti Werdha Nazareth. Kalian tau gaa Panti Werdha Nazareth terletak dimanaa?? Siniii ak kasiii tauu, Panti Werdha Nazareth terletak di Jl. Cikutra No.7, RT.07/RW.11, Cikutra, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Ngapainn aja yaa kira kira selama aku ber-kegiatan disanaaa??? Okaiii langsung saja aku mulai ceritanyaaa yaaaa.

Nahh jadi di sekolah aku tepatnya di SMP Santa Maria Bandung, mengadakan kegiatan kokurikuler yangg bedaa gituuu sama kelas 7 dan 8. Kaloo kelas 7 dan 8 kegiatan kokurikulernya yaitu PERJUSA (Perkemahan Jumat Sabtu), kaloo kelas 9 kegiatan kokurikulernya namanyaa yaitu Saint Mary’s Way. Program kokurikuler Saint Mary's Way ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai teladan Bunda Mariaa, yaitu  ada nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pelayanan sosial. 

Ada banyak pilihan aktivitas dalam program kokurikuler kelas 9 iniii: ada yang gabung misdinar, doa lingkungan, bakti sosial, dan kunjungan ke panti yangg sama kaya kelompokk akuu, namun kelompok tersebut melakukan kunjungan ke panti asuhan, dan masih banyak lagi pilihan aktivitasnyaaa. Setiap kelompok siswa dapat bagian yang berbeda sesuai dengan instruksi guru pembimbing. Untuk kelompok aku, kami mendapat tugas kunjungan ke Panti Werdha Nazareth, sebuah panti yang menampung para oma-oma yangg sudah lanjut usiaaAaaAAaaa.

Saat hari kunjungan tiba pada tanggal 11 Oktober 2025, tepatnya pada hari Sabtu. Begitu kelompok akuu sampai di panti, kami disambut oleh pemilik/penguruss para oma-oma yang ada di panti tersebutt, senyum-senyum dan sapaan yang ramah sekaliiii dari para penghuni. Para oma-oma dengan semangat bercerita tentang masa muda mereka, pengalaman hidup, dan kenangan-kenangan manis yang menurut mereka masih sangat berarti. Mereka tidak hanya memberikan cerita/kisah hidup mereka kepada kami, tetapi juga mendengarkan kami dengan penuh perhatian. Satu hal yang mereka senangi menurut cerita salah satu oma yang akuu temui, mereka senang sekali bertukar pikiran/cerita satu sama lain, selain itu mereka senang sekali di panti werha, karena dapat mengobrol dengan teman di panti satu sama lain.

Selama di panti, kami mengadakan sejumlah permainan sederhana dan sesi ngobrol santai. Ada sesi bermain kartu nostalgia, bernyanyii lagu rohani bersamaa, bahkan ada oma yang bernyanyi lagu bahasa mandarinnn lohh, itu bagussss buangettttt, serta menyuapi cemilan ringan bersama. Kegiatan kecil itu ternyata membawa kebahagiaan besar bagi para oma, tawa dan canda muncul berkali-kali. Lebih dari itu, momen kebersamaan ini mempererat ikatan persaudaraan antar generasii yang membuat kami merasa dekattt, dan para oma pun merasa dihargaiiii.

Tidak hanya hiburan, kami juga membawa bantuan nyata. Kamii membawa atau memberikan beberapa bantuann yang berupa sembako, serta barang-barang kebutuhan harian panti. Kami menyerahkannya dengan cara sederhana, penuh rasa hormat, seolah bukan sekadar “memberi”, melainkan berbagi dari hati. Aksi ini mengajarkan bahwa kepedulian sosial itu tidak harus besar, hal-hal kecil pun bisa sangat berarti ketika dilakukan dengan niat baik.

Refleksi dari kegiatan ini juga sangat membekas di hati kami sebagai murid. Kami jadi lebih sadar bahwa hidup tidak selalu mudah dan tiap orang punya cerita masing-masing. Kepedulian bukan hanya soal materi, tapi juga soal empati dan waktu. Lewat Saint Mary’s Way, kami belajar menjadi lebih peka terhadap orang tua dan lansia, menghargai mereka, dan sekaligus menyadari bahwa dengan memberi perhatian, kita bisa membuat perbedaan yang sederhana tapi nyata. Kegiatan ini menginspirasi kami untuk terus melanjutkan gerakan kebaikan di sekolah maupun di lingkungan sekitar.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Adapun juga refleksi berdasarkan, "See" "Judge" "Act":
1. See:
- Momen yang paling membekas bagi saya selama melaksanakan tugas ini adalah saat mendengar cerita dari para oma-oma semasa hidupnya, dan juga saat bermain game kartu nostalgia menggunakan kartu pertanyaan.

Yang saya lihat, dengar dan rasakan dari kegiatan ini adalah saya melihat bahwa oma-oma senang, untuk bercerita dan berbicara tentang pikiran mereka. Dan yang saya dengar dan rasakan kalau oma-oma disana itu suka sekali dengan berbicara, mereka bermain dengan bergembira dan penuh senyum.

2. Judge:
- Nilai teladan Bunda Maria yang saya dapatkan/temukan dalam pengalaman ini adalah saling mengasihi dan juga melayani sesama. Menurut saya, dalam pengalaman ini Allah hadir di dalam, selalu kebaikan, serta cerita dari para oma-oma yang ada di panti itu.

Ayat alkitab:
1 Yohanes 4:12:
“Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.”

3. Act
- Yang saya pelajari tentang diriku sendiri dan tindakan kecil yang akan saya lakukan adalah lebih sadar akan pentingnya menghargai waktu dan orang-orang di sekitar saya. Saya juga belajar untuk lebih peduli dan sayang kepada sesama. Serta lebih bersyukur atas segala hal yang sudah Tuhan berikan kepada saya.

Nahhh gaiss, sampaii disini saja cerita pengalaman akuu tentangg kegiatan kokurikulerr, yaitu selama ber-kegiatan di Panti Werdha Nazarethh. Kapan-kapannn lagiiieeee yeahhhhhh, dadahhhh!!!!

Rabu, 12 November 2025

persiapan!!!!!

Haiii teman-temann semuanyaaa, pada kesempatan kali iniii, akuuu akan menceritakan pengalaman akuu, yaitu saat aku belajar untuk persiapann ulangan besokkk. Materi yangg aan di ulangan-kan besokk adalah materi konversi bilangann, pada artikel sebelumnya ak juga udah pernah membahas tentang materi konversi bilangannn kannn. Tanpa berlama-lama lagii, langsung sajaa aku mulai ceritanya yaaaaa.

Nahhh jadi, konversi bilangan itu termasuk materi penting banget biasanya dalam pelajaran informatika atau matematika, terutama buat memahami sistem bilangan yang dipakai di komputer, tapii yang bakal aku bahas disinii itu dalam pelajaran informatikaa, bukan matematika yaaa. Kalian udah tau belum nihh, kalauu sistem bilangan yang biasanya dipelajari ada empat, yaitu biner (basis 2), oktal (basis 8), desimal (basis 10), dan heksadesimal (basis 16).

Waktu akuu tuh mulai belajar, hal pertama yang akuu lakuin pastinya adalah ngafalin dasar dari setiap sistem bilangan. Misalnya, sistem biner itu cuma pake angka 0 dan 1, sedangkan heksadesimal pake angka 0–9 dan huruf A–F.

Awalnya agak bikin akuu pusing sihh, apalagi klo ngehafalin angka angka di bilangan biner, itu part tersusah-nya sihh, dan juga pas harus ubah dari satu sistem ke sistem lain, kayak dari desimal ke biner atau biner ke heksadesimalll. Tapii tapi tapiiiii, setelah ngerti konsepnya ternyata bisa banget dihafal dan gampang diingat. Aku biasanya pake cara pembagian berulang buat ubah desimal ke biner, dan ngelompokkan digit buat ubah biner ke oktal atau heksadesimal.

Selain akuu haruss memahami teoriiii, aku juga bisa pakai tabel konversi gituuu  yang berisi nilai pangkat dua, delapan, dan enam belas buat bantu ngerjain soal lebih cepatttt, walaupun yang bagian pangkat 2 alias biner sih susah bangettt untuk akuu bisa hafal sepenuhnya. Pastinyaa aku juga gaa lupa untuk mempelajari pola hubungan antar basis, karena hal itu bisa bantu kalian ngubah antar sistem bilangan tanpa harus ngitung dari awal lagiii.

Okeii sampai disini aja cerita pengalaman akuu tentang persiapann sebelum ulangan tentang materi konversi bilangannn. sampaiii jumpaaa di artikel berikutnyaaa teman-temannn!!!!

Perjalanan selama 2025

Perjalanan selama 2025 HalooOOOoOo teman-teman semuanyaa, kembali lagi samaa aku kristiaa. Hari ini aku akan menceritakan perjalanan/pengala...