Halooooo teman-teman semuanyaa, kembali lagi samaa aku kristiaa. Hari ini aku akan menceritakan hal yang mungkin bedaaa dari biasanyaa, aku mau menceritakan tentang selama ak merawat kangkung untuk ujian praktek di sekolahh akuuu. Okaii tanpa berlama lama lagi, langsung saja ak mulai ceritanya yaaa.
Waktu dapat proyek menanam, aku tuh memilih kangkung karena menurut akuu tanaman ini sederhana, cepat tumbuh, dan sering dimasak di rumah. Selain gampang didapat, walaupun terlihat biasa saja, dia bisa tumbuh subur kalau dirawat dengan baikk. Oh yaaa, aku ga sendiriann untuk mengerjakan proyek inii, aku ditemani teman sekelompok-ku yang bernama ayuuu, kalo mau kunjungi blog nyaa, bisa klik disini yaaaa. Nahh, dari awal akuu berharap bisa menanam kangkung sendirii terus bisa tumbuhh suburr. Proyek ini juga akuu lakukan sebagai bagian dari pembelajaran iman, supaya aku tuh bisa lebih menghargai ciptaan Tuhan, bahkan dari hal yang paling kecil seperti satu pot tanaman yang aku tanam iniii.

Di hari pertama, akuu menyiapkan pot, dan juga tatakan airr untuk dibawah pot nya, untuk tanah nya itu sudah disedisakan oleh guru agama aku, dan tanahnya sudah dicampur dengan pupuk kompos serta sekam bakar, yang berguna agar tanah bisa lebih gemburr, dan benih kangkung yang kecil banget ukurannya tapi aku pake biji kangkungnya sedikit terlebih dahuluu, menyesuaikan juga dengan pot yang akuuu punya
. Hari-hari berikutnya akuu rutin menyiram dan mengecek setiap pagi. Awalnya belum ada perubahan dan aku mulai tidak sabar. Tapi saat tunas hijau kecil muncul, aku kaya senang banget gituu. Makin hari daunnya makin besar dan rimbun. Dari situ aku sadar kalau merawat itu butuh kesabaran, bukan cuma semangat di awal.
Ternyata gaa semuanya berjalan lancar sesuai kehendak kitaa. Suatu hari aku baru sadar, kalo benih yang ak taruh di pot aku itu kedikitan. Jadi yang numbuh dikti banget, pada akhirnya ak meminta bibit kembali kepada guru agama aku, dan aku taburin lalu timpa dengan tanah kembaliii. Beberapa hari kemudian, bibit yang terakhir aku tanam, tumbuh lebat bersama bibit yg sebelumnya atau awal awal sudah ditanam terlebih dahuluuu. Selain itu, kangkung saya sempat layu karena dipindahkan, dan kangkung saya kurang mendapatkan sinar matahari.
Dari proyek ini aku belajar kalau kesabaran itu penting, karena tanaman gaa bisa dipaksa tumbuh cepat, semuanya butuh proses yang panjang. Aku juga belajar disiplin dan tanggung jawab karena harus menyiram setiap hari. Kangkung yang tetap tumbuh walau sempat layu dan kekurangan bibit mengajarkan aku untuk gaa mudah menyerah. Aku sadar kalau aku butuh tanaman ini untuk belajar, dan tanaman ini butuh aku untuk hidup.
Pengalaman ini mengingatkan aku pada cerita penciptaan dalam Kitab Kejadian, di mana Allah selalu memberikan pertumbuhan bagi tanaman kita "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan." (1 Korintus 3:6). Aku juga teringat bahwa Tuhan berkata/berkehendak jika kita setia pada hal-hal atau perkara-perkara kecil, kita juga setia pada perkara perkara besar “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10), contohnya, jika kita setia dalam menyirami dan menyayangi tanaman kangkung kita, kita pastinya akan bisa setia dalam perkara besar seperti menghadapi ketakutan-ketakutan yang kita rasakan. Selain itu, manusia diajarkan untuk tidak berjemu-jemu dalam berbuat baik, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9). Jadi walaupun cuma satu pot kangkung, ini adalah bentuk kita menyayangi, menjaga, dan mengasihi ciptaan Tuhan.
Dari biji kecil sampai tumbuh besar, proyek ini mengajarkan aku lebih dari sekadar cara menanam. Aku belajar menghargai proses, belajar sabar, belajar mengampuni, dan belajar mencintai ciptaan Tuhan. Sekarang aku melihat kangkung bukan cuma sebagai sayur, tapi sebagai hasil kerja, waktu, dan anugerah yang diberikan Tuhan melalui/kepada kita. Tuhan, terima kasih untuk benih kecil yang Engkau ciptakan, untuk tanah, air, dan sinar matahari. Terima kasih untuk pelajaran kesabaran dan kekuatan saat menghadapi masalah. Bantu aku supaya bisa menjaga, menyayangi dan mengasihi ciptaan-Mu mulai dari hal kecil di sekitar aku seperti tanaman kangkung ini ya Tuhan. Amin.